(TribunKaltara.com) TRIBUNKALTARA.COM - Berikut kumpulan pantun untuk melestarikan adat istiadat sendiri, tersaji pantun Dayak di dalam berita ini, segera bagikan kepada orang terdekat.
Untuk mempelajari bahasa Mandailing, diperlukan usaha dan kesabaran dalam memahami aturan tata bahasa serta memperluas kosakata. Dengan mempelajari bahasa Mandailing, Anda dapat lebih memahami budaya dan tradisi masyarakat Mandailing serta meningkatkan komunikasi dengan penutur bahasa tersebut.
Pantun Nasehat Mandailing. Tweet. Share. Adong sabi diikat dua. Nadi calong di paridian. Atia ami na suada. Nadong koum na pardulihon. Di Sihepeng alak si Adah. Mambuat salak di roba-roba.
Berikut adalah kumpulan beberapa Pantun Mandailing yang dilantunkan dalam Bahasa Mandailing: Siganda sigandua Tu dangka ni singgolom Na sada on gabe dua Na tolu gabe onom I ma le nian, amang Pornirohangku ho marbisuk Ampot sogot madokdok ma hulala pamatang Anso ho doma hubaen husuk Nitampul ma hapadan Na nitampul dohot horis
Sajak yang digunakan dalam peparikan yaitu a- b, a-b. Sama dengan wewangsalan, isi peparikan juga menjadi wujud sindiran terhadap perilaku manusia. Dikutip dari e-paper id.scribd.com unggahan Ibu Sunarsih dan jurnal dalam stahnmpukuturan.ac.id, berikut adalah beberapa contoh pantun bahasa Bali lengkap dengan artinya. Pantun 1 (Wewangsalan)
Dalam bahasa Jawa, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda disebut sisindiran, dalam bahasa Mandailing dikenal dengan sebutan ende-ende, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa. Sementara orang Melayu, Banjar, dan Minang, menyebutnya sebagai pantun (Suharti, 1994, 2).
LD5w0M.
pantun bahasa mandailing dan artinya